BERITA BOLA Persija Jakarta menciptakan banyak peluang emas sepanjang laga menjamu Persik Kediri di stadion Gelora Bung Karno, Jumat (30/5) malam. Dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 wilayah barat.
Beruntung dari banyak peluang yang terbuang, sebiji gol dari Ramdani Lestaluhu sudah cukup membawaMacan Kemayoran mengamankan tiga poin di rumah sendiri. Hal tersebut pun dinilai memuaskan oleh tim.
"Memang ada empat sampai lima peluang yang bisa menjadi gol. Tapi saya pikir satu gol sudah cukup, artinya kami bersyukur dengan kemenangan ini. Saya apresiasi anak-anak Persija pada malam ini," kata Hendri Susilo, asisten pelatih Persija, usai laga.
Persija yang menurunkan Eddie Foday Boakay sebagai ujung tombak memang berulang kali mengancam gawang dari Tedi Heri, kiper Persik, namun peluang matang yang didapat Boakay, Ramdani, atau Victor Pae kerap gagal dimaksimalkan.
Sementara itu, Hendri Susilo juga menjelaskan mengapa memilih Boakay di lini depan ketimbang striker asing lain, Ivan Bosnjak.
"Ivan ada masalah dengan hamstring. Permainan Boakay juga sedang membaik," kata asisten dari Benny Dolo itu.
Showing posts with label Liga Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Liga Indonesia. Show all posts
Home » Posts filed under Liga Indonesia
Persijap Jepara Ingin Tetap Berjuang Dengan Skuat Minim
BERITA BOLA Persijap Jepara benar-benar dalam kondisi yang miris. Usai dibantai 4-1 oleh Persija Jakarta, di stadion Gelora Bung Karno, Senin (26/5) malam. Pelatih Persijap Yudi Suryata menyatakan bahwa timnya perlahan kian menciut.
"Saya bersyukur tim bisa datang ke Jakarta. Sebelum ke sini, hanya ada 11 pemain. Untungnya ada yang mau bergabung. Kami ke Jakarta menempuh perjalanan selama 12 jam dengan bus. Pemain pun masih kelelahan," kata Yudi usai laga.
"Saya tidak bisa mengomentari permainan. Anak-anak dalam kondisi fisik yang lelah, sekaligus juga psikis, karena persoalan hak mereka yang belum dibayarkan," tambahnya.
Persijap sendiri harus ditinggal sembilan pemain mereka lantaran gaji yang tidak terpenuhi. Klub berjulukLaskar Kalinyamat pun menambal lubang di skuat dengan beberapa amunisi dari tim U-21.
Yudi juga memaparkan bahwa mengikuti sisa kompetisi Indonesia Super League (ISL) dengan kekuatan yang ada saat ini jadi pilihan terbaik, ketimbang harus mundur di tengah jalan dan terlempar ke Divisi 1.
"Lebih baik mengikuti kompetisi (ISL) sampai habis dengan skuat seadanya walaupun degradasi ke Divisi Utama, daripada mundur dengan mendapat hukuman ke Divisi 1," tukas Yudi.
"Saya bersyukur tim bisa datang ke Jakarta. Sebelum ke sini, hanya ada 11 pemain. Untungnya ada yang mau bergabung. Kami ke Jakarta menempuh perjalanan selama 12 jam dengan bus. Pemain pun masih kelelahan," kata Yudi usai laga.
"Saya tidak bisa mengomentari permainan. Anak-anak dalam kondisi fisik yang lelah, sekaligus juga psikis, karena persoalan hak mereka yang belum dibayarkan," tambahnya.
Persijap sendiri harus ditinggal sembilan pemain mereka lantaran gaji yang tidak terpenuhi. Klub berjulukLaskar Kalinyamat pun menambal lubang di skuat dengan beberapa amunisi dari tim U-21.
Yudi juga memaparkan bahwa mengikuti sisa kompetisi Indonesia Super League (ISL) dengan kekuatan yang ada saat ini jadi pilihan terbaik, ketimbang harus mundur di tengah jalan dan terlempar ke Divisi 1.
"Lebih baik mengikuti kompetisi (ISL) sampai habis dengan skuat seadanya walaupun degradasi ke Divisi Utama, daripada mundur dengan mendapat hukuman ke Divisi 1," tukas Yudi.
Bobol Dua Gol, Suharno: Ini Penyakit Lama
BERITA BOLA Arema Cronus gagal memetik poin penuh saat menjamu Persib Bandung dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (25/5) malam. Pada laga itu, kedua tim bermain imbang 2-2.
Pelatih Arema, Suharno, mengakui dua gol yang bersarang di gawang skuat asuhannya adalah karena kurangnya konsentrasi dari Kurnia Meiga dan kawan-kawan.
"Dua gol tadi, ini penyakit lama. Masih ada pertandingan berikutnya, jangan sampai terjadi lagi kurang konsentrasi," ujar Suharno, mewanti-wanti para pemainnya.
Namun begitu, mantan pelatih Gresik United itu tetap mengapresiasi kerja keras para penggawa Singo Edan yang mampu mengejar ketinggalan dua gol dari Persib.
"Kami harus menghargai jerih payah pemain. Arema saat ini masih di puncak. Kekecewaan para pendukung saya minta maaf. Ini hasil terbaik, tapi mengecewakan," pungkasnya.
Pelatih Arema, Suharno, mengakui dua gol yang bersarang di gawang skuat asuhannya adalah karena kurangnya konsentrasi dari Kurnia Meiga dan kawan-kawan.
"Dua gol tadi, ini penyakit lama. Masih ada pertandingan berikutnya, jangan sampai terjadi lagi kurang konsentrasi," ujar Suharno, mewanti-wanti para pemainnya.
Namun begitu, mantan pelatih Gresik United itu tetap mengapresiasi kerja keras para penggawa Singo Edan yang mampu mengejar ketinggalan dua gol dari Persib.
"Kami harus menghargai jerih payah pemain. Arema saat ini masih di puncak. Kekecewaan para pendukung saya minta maaf. Ini hasil terbaik, tapi mengecewakan," pungkasnya.
Persita Tangerang Tertarik Rekrut Handi Ramdhan
BERITA BOLA Bursa transfer putaran kedua benar-benar ingin dimanfaatkan klub-klub Indonesia Super League (ISL) 2014 untuk memperkuat skuat mereka. Pasalnya, pada putaran kedua ini akan menentukan nasib mereka apakah lolos ke babak delapan besar, bertahan di ISL, atau terdegradasi ke kompetisi Divisi Utama musim depan.
Tak terkecuali, Persita Tangerang yang saat ini masih berada di posisi kedelapan klasemen sementara wilayah barat dengan 14 poin. Bisa dibilang, posisi tim Pendekar Cisadane masih rawan untuk masuk ke jurang degradasi. Dan, berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan tim pelatih, mereka membutuhkan tambahan pemain untuk lini belakang.
Dan pemain yang sedang didekati saat ini untuk direkrut adalah bek Gresik United Handi Ramdhan. "Dari informasi pelatih Fabio de Oliveira, Handi sudah siap bergabung dan rencananya akan ikut berlatih Senin (26/5)," ujar Giman Nurjaman, dilansir tribunnews.
Fabio sendiri sudah mengenal karakter permainan Handi. Itu ketika, pelatih asal Brasil itu masih menjabat sebagai asisten pelatih timnas Indonesia saat dilatih Nilmaizar. Saat itu, Handi menjadi salah satu andalan di lini belakang tim Garuda.
Rencananya, Handi bakal diplot untuk mengisi posisi yang ditinggalkan FX Yanuar Wahyu yang memilih hengkang ke Barito Putera. "Waktu kami tidak banyak, karena bursa transfer hanya sampai 6 Juni. Sepertinya, manajemen akan langsung menyiapkan kontrak untuknya," papar Giman.
Tak terkecuali, Persita Tangerang yang saat ini masih berada di posisi kedelapan klasemen sementara wilayah barat dengan 14 poin. Bisa dibilang, posisi tim Pendekar Cisadane masih rawan untuk masuk ke jurang degradasi. Dan, berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan tim pelatih, mereka membutuhkan tambahan pemain untuk lini belakang.
Dan pemain yang sedang didekati saat ini untuk direkrut adalah bek Gresik United Handi Ramdhan. "Dari informasi pelatih Fabio de Oliveira, Handi sudah siap bergabung dan rencananya akan ikut berlatih Senin (26/5)," ujar Giman Nurjaman, dilansir tribunnews.
Fabio sendiri sudah mengenal karakter permainan Handi. Itu ketika, pelatih asal Brasil itu masih menjabat sebagai asisten pelatih timnas Indonesia saat dilatih Nilmaizar. Saat itu, Handi menjadi salah satu andalan di lini belakang tim Garuda.
Rencananya, Handi bakal diplot untuk mengisi posisi yang ditinggalkan FX Yanuar Wahyu yang memilih hengkang ke Barito Putera. "Waktu kami tidak banyak, karena bursa transfer hanya sampai 6 Juni. Sepertinya, manajemen akan langsung menyiapkan kontrak untuknya," papar Giman.
Suharno: Mengalah Tak Ada Dalam Budaya Arema
BERITA BOLA Arema Cronus terlihat bersemangat menyambut laga melawan Persib Bandung dalam lanjutan kompetisi Indonesia Super League [ISL], Minggu (25/5). Semangat Arema ditunjukkan oleh gaya pelatih Suharno dalam jumpa pers yang digelar sebelum pertandingan di kantor Arema, Jl Kartanegara 7, Sabtu (24/5).
Mantan pelatih Gresik United itu mengatakan, saat ini kondisi pemainnya sangat bagus. Hal ini tidak lepas dari bisa dimainkannya beberapa pemain pilar yang absen, saat Singo Edan kalah dari Semen Padang, 2-1, dua hari lalu.
Namun, Suharno membantah anggapan, jika laga melawan Semen Padang itu sengaja dia lepas karena mempersiapkan diri melawan Persib.
"Mengalah tidak ada dalam budaya Arema, tidak benar jika kami mengalah. Karena sebelum bermain melawan Semen Padang, pemain yang bisa dimainkan hanya beberapa," tegas Suharno.
"Kami kehilangan Kurnia Meiga, Victor Igbonefo, Gustavo Lopez karena hukuman. Kemudian, Ahmad Bustomi dan Purwaka Yudi mengalami cedera, bahkan I Gede Sukadana yang belum pulih kami mainkan. Jadi, pilihan benar-benar tidak banyak," paparnya.
Suharno menambahkan, hadirnya pemain baru seperti Jimmy Suparno memperkaya kedalaman skuat Arema. Apalagi, rekrutan dari Gresik United itu bisa dimainkan di posisi manapun.
Sementara itu, sebelumnya di tempat yang sama, pelatih Persib, Djajang Nurjaman, mengakui timnya sangat mewaspadai Arema. "Selain bermain di kandang sendiri, Arema terlihat sudah mempersiapkan dengan detail bagaimana untuk mendapatkan kemenangan di laga nanti," urai Djajang
Mantan pelatih Gresik United itu mengatakan, saat ini kondisi pemainnya sangat bagus. Hal ini tidak lepas dari bisa dimainkannya beberapa pemain pilar yang absen, saat Singo Edan kalah dari Semen Padang, 2-1, dua hari lalu.
Namun, Suharno membantah anggapan, jika laga melawan Semen Padang itu sengaja dia lepas karena mempersiapkan diri melawan Persib.
"Mengalah tidak ada dalam budaya Arema, tidak benar jika kami mengalah. Karena sebelum bermain melawan Semen Padang, pemain yang bisa dimainkan hanya beberapa," tegas Suharno.
"Kami kehilangan Kurnia Meiga, Victor Igbonefo, Gustavo Lopez karena hukuman. Kemudian, Ahmad Bustomi dan Purwaka Yudi mengalami cedera, bahkan I Gede Sukadana yang belum pulih kami mainkan. Jadi, pilihan benar-benar tidak banyak," paparnya.
Suharno menambahkan, hadirnya pemain baru seperti Jimmy Suparno memperkaya kedalaman skuat Arema. Apalagi, rekrutan dari Gresik United itu bisa dimainkan di posisi manapun.
Sementara itu, sebelumnya di tempat yang sama, pelatih Persib, Djajang Nurjaman, mengakui timnya sangat mewaspadai Arema. "Selain bermain di kandang sendiri, Arema terlihat sudah mempersiapkan dengan detail bagaimana untuk mendapatkan kemenangan di laga nanti," urai Djajang
Persebaya Surabaya Enggan Lepas Hasyim Kipuw dan Ambrizal
BERITA BOLA Dirumorkan tengah diminati Gresik United, manajemen Persebaya Surabaya tegas menolak melepas Hasyim Kipuw dan Ambrizal. Manajemen Bajul Ijo menyatakan, tenaga kedua pemain tersebut masih dibutuhkan dalam melakoni putaran kedua Indonesia Super League (ISL) 2014 wilayah timur.
Selama ini, Ambrizal memang kalah bersaing dengan OK John dan Ricardo Salampessy di jantung pertahanan Bajul Ijo. Sedangkan Hasyim, selalu menjadi pilihan utama pelatih Persebaya, Rahmad Darmawan (RD), di posisi bek kanan.
"Meski Ambrizal jarang menjadi starter, tapi stok pemain kami juga tak melimpah. Stok di kanan juga tak banyak. Apalagi, Kipuw selalu menjadi pilihan utama. Untuk sekarang ini, mereka akan kami pertahankan," ujar Direktur Olahraga Persebaya Dhimam Abror Djuraid, kepada Goal Indonesia.
Terlebih, manajemen dan pelatih Persebaya kesulitan mendatangkan pemain baru, yang sesuai dengan harapan. Sebenarnya, tim asal Surabaya itu berniat mendatangkan gelandang asing berkualitas sejak awal kompetisi. Tapi upaya mereka gagal mendapatkan hasil terbaik, dan hanya mendapat Patrice Nzekou serta Julio Cesar Larrea Flores, yang akhirnya tidak bertahan lama.
"Sampai sekarang, kami juga butuh tambahan pemain baru. Dan, proses pencarian itu ternyata tidak mudah. Beberapa kali kami mencari pemain baru, tapi juga tidak cocok," terangnya.
Kondisi makin kritis, karena jumlah pemain Persebaya saat ini hanya menyisakan 21 orang, setelah mendepak Larrea dan Agu Casmir. Selain itu, ada pula Ari Suprihatna dan Akbar Rasyid yang memilih hengkang ke kontestan Divisi Utama (DU), Pusamania Borneo FC. Bila mengacu dari perjalanan kompetisi yang masih cukup panjang, kondisi ini jelas sangat riskan.
“Itulah, kami dapatkan pemain tambahan pemain baru saja belum dapat, masak mau melepas pemain. Logis nggak?” tanya Abror.
Sementara terkait penggawa asing baru yang akan bergabung, Persebaya masih menunggu kedatangan pemain yang ditawarkan oleh agen. Sebelumnya, Bajul Ijo disebut-sebut akan mendaratkan satu pemain asing yakni, Issac Popu.
"Kami krisis pemain di lapangan tengah. Karena itu, kami cari gelandang lokal berkualitas, sambil terus menunggu pemain asing berkualitas dari beberapa agen pemain," timpal asisten manajer Persebaya, Amran Said Ali.
Berbeda dengan jajaran manajemen, RD justru mengaku, sudah mengantongi satu nama lokal di posisi penyerang. Namun mantan pelatih Arema Cronus dan Persija Jakarta ini, masih enggan menuturkan identitas pemain tersebut.
"Untuk pemain lokal, prioritas kami adalah penyerang. Gambaran sudah ada, tapi belum bisa saya katakan saat ini. Sebab dia belum mendapat surat keluar dari timnya. Kalau disebut, nanti malah bisa batal," ucap
Selama ini, Ambrizal memang kalah bersaing dengan OK John dan Ricardo Salampessy di jantung pertahanan Bajul Ijo. Sedangkan Hasyim, selalu menjadi pilihan utama pelatih Persebaya, Rahmad Darmawan (RD), di posisi bek kanan.
"Meski Ambrizal jarang menjadi starter, tapi stok pemain kami juga tak melimpah. Stok di kanan juga tak banyak. Apalagi, Kipuw selalu menjadi pilihan utama. Untuk sekarang ini, mereka akan kami pertahankan," ujar Direktur Olahraga Persebaya Dhimam Abror Djuraid, kepada Goal Indonesia.
Terlebih, manajemen dan pelatih Persebaya kesulitan mendatangkan pemain baru, yang sesuai dengan harapan. Sebenarnya, tim asal Surabaya itu berniat mendatangkan gelandang asing berkualitas sejak awal kompetisi. Tapi upaya mereka gagal mendapatkan hasil terbaik, dan hanya mendapat Patrice Nzekou serta Julio Cesar Larrea Flores, yang akhirnya tidak bertahan lama.
"Sampai sekarang, kami juga butuh tambahan pemain baru. Dan, proses pencarian itu ternyata tidak mudah. Beberapa kali kami mencari pemain baru, tapi juga tidak cocok," terangnya.
Kondisi makin kritis, karena jumlah pemain Persebaya saat ini hanya menyisakan 21 orang, setelah mendepak Larrea dan Agu Casmir. Selain itu, ada pula Ari Suprihatna dan Akbar Rasyid yang memilih hengkang ke kontestan Divisi Utama (DU), Pusamania Borneo FC. Bila mengacu dari perjalanan kompetisi yang masih cukup panjang, kondisi ini jelas sangat riskan.
“Itulah, kami dapatkan pemain tambahan pemain baru saja belum dapat, masak mau melepas pemain. Logis nggak?” tanya Abror.
Sementara terkait penggawa asing baru yang akan bergabung, Persebaya masih menunggu kedatangan pemain yang ditawarkan oleh agen. Sebelumnya, Bajul Ijo disebut-sebut akan mendaratkan satu pemain asing yakni, Issac Popu.
"Kami krisis pemain di lapangan tengah. Karena itu, kami cari gelandang lokal berkualitas, sambil terus menunggu pemain asing berkualitas dari beberapa agen pemain," timpal asisten manajer Persebaya, Amran Said Ali.
Berbeda dengan jajaran manajemen, RD justru mengaku, sudah mengantongi satu nama lokal di posisi penyerang. Namun mantan pelatih Arema Cronus dan Persija Jakarta ini, masih enggan menuturkan identitas pemain tersebut.
"Untuk pemain lokal, prioritas kami adalah penyerang. Gambaran sudah ada, tapi belum bisa saya katakan saat ini. Sebab dia belum mendapat surat keluar dari timnya. Kalau disebut, nanti malah bisa batal," ucap
Masa Depan Didier Drogba Tergantung Chelsea?
BERITA BOLA Santer dispekulasikan mendekat ke Juventus, muncul laporan baru bahwa Didier Drogba mungkin berubah haluan kalau Chelsea datang meminangnya.
Striker gaek Pantai Gading itu akan berstatus agen bebas saat kontraknya dengan Galatasaray kelar akhir bulan depan dan Juve dikabarkan berada di urutan terdepan untuk mengamankan tanda tangannya dengan ikatan kontrak satu tahun plus opsi semusim perpanjangan.
Namun, menurut Tuttosport, Drogba belum tentu jadi hijrah ke Turin dan masa depannya akan tergantung dari sikap Chelsea untuk memboyongnya kembali ke Stamford Bridge atau tidak.
Drogba menjadi legenda The Blues setelah delapan tahun membela klub dan pergi dengan kado perpisahan indah trofi Liga Champions pertama dalam sejarah Chelsea, dua musim silam. Manajer Jose Mourinho sebelumnya telah mengindikasikan rencana untuk memulangkan Drogba ke Bridge, kemungkinan sebagai pemain merangkap staf pelatih, tapi belum diketahui ia bakal merealisasikannya musim panas ini.
Striker gaek Pantai Gading itu akan berstatus agen bebas saat kontraknya dengan Galatasaray kelar akhir bulan depan dan Juve dikabarkan berada di urutan terdepan untuk mengamankan tanda tangannya dengan ikatan kontrak satu tahun plus opsi semusim perpanjangan.
Namun, menurut Tuttosport, Drogba belum tentu jadi hijrah ke Turin dan masa depannya akan tergantung dari sikap Chelsea untuk memboyongnya kembali ke Stamford Bridge atau tidak.
Drogba menjadi legenda The Blues setelah delapan tahun membela klub dan pergi dengan kado perpisahan indah trofi Liga Champions pertama dalam sejarah Chelsea, dua musim silam. Manajer Jose Mourinho sebelumnya telah mengindikasikan rencana untuk memulangkan Drogba ke Bridge, kemungkinan sebagai pemain merangkap staf pelatih, tapi belum diketahui ia bakal merealisasikannya musim panas ini.
Irfan Bachdim Siap Perjuangkan Tempat Usai Jalani Debut bersama Kofu
BERITA BOLA Jakarta - Setelah beberapa bulan bergabung dengan klub J-League, Ventforet Kofu, Irfan Bachdim akhirnya merasakan debut. Kendati mengaku kesulitan bersaing, Irfan tetap bertekad berjuang keras.
Pemain berusia 26 tahun tersebut resmi bergabung dengan Kofu pada Januari lalu dengan kontrak selama satu musim. Namun sejak pindah ke sana, Irfan sulit mendapatkan kesempatan bermain.
Dia baru merasakan pertandingan pertamanya bersama Kofu di ajang J-League Cup melawan Tokushima Vortis pada Rabu (21/5) yang berakhir dengan kemenangan 4-1.
Pada pertandingan tersebut, Irfan bermain sejak menit ke-76, menggantikan Kiko Mizuno. Meski tidak mencetak gol, pemain kelahiran Belanda itu merasa senang.
"Yang jelas saya sangat senang bisa menjalani debut saya. Ini adalah target yang saya inginkan; bisa bermain membela klub saya," ujar Irfan melalui pesannya, Kamis (22/5).
Irfan mengakui persaingan untuk memperebutkan tim inti di klubnya itu cukup sulit, sehingga dia masih minim bermain. Meski begitu, dia mengatakan tidak akan menyerah begitu saja.
"Saya yakin kemampuan saya masih bisa berkembang. Makanya, saya akan berusaha lebih keras lagi. Saya di sini merasa home sick dan tidak seperti di rumah. Tapi, saya tidak mau menyerah, saya harus memperbaiki penampilan saya."
Sejak pindah ke luar negeri, Irfan juga belum pernah dipanggil lagi ke timnas Indonesia. Dia pun berharap bisa kembali membela timnas, seiring penampilannya bersama klubnya.
"Saya rindu membela timnas. Saya ingin sekali kembali ke timnas bertemu Alfred Riedl. Mungkin saya belum mendapatkan kesempatan itu. Tapi, jika saya kembali ke Indonesia, berarti saya menyerah bermain di sini."
Pemain berusia 26 tahun tersebut resmi bergabung dengan Kofu pada Januari lalu dengan kontrak selama satu musim. Namun sejak pindah ke sana, Irfan sulit mendapatkan kesempatan bermain.
Dia baru merasakan pertandingan pertamanya bersama Kofu di ajang J-League Cup melawan Tokushima Vortis pada Rabu (21/5) yang berakhir dengan kemenangan 4-1.
Pada pertandingan tersebut, Irfan bermain sejak menit ke-76, menggantikan Kiko Mizuno. Meski tidak mencetak gol, pemain kelahiran Belanda itu merasa senang.
"Yang jelas saya sangat senang bisa menjalani debut saya. Ini adalah target yang saya inginkan; bisa bermain membela klub saya," ujar Irfan melalui pesannya, Kamis (22/5).
Irfan mengakui persaingan untuk memperebutkan tim inti di klubnya itu cukup sulit, sehingga dia masih minim bermain. Meski begitu, dia mengatakan tidak akan menyerah begitu saja.
"Saya yakin kemampuan saya masih bisa berkembang. Makanya, saya akan berusaha lebih keras lagi. Saya di sini merasa home sick dan tidak seperti di rumah. Tapi, saya tidak mau menyerah, saya harus memperbaiki penampilan saya."
Sejak pindah ke luar negeri, Irfan juga belum pernah dipanggil lagi ke timnas Indonesia. Dia pun berharap bisa kembali membela timnas, seiring penampilannya bersama klubnya.
"Saya rindu membela timnas. Saya ingin sekali kembali ke timnas bertemu Alfred Riedl. Mungkin saya belum mendapatkan kesempatan itu. Tapi, jika saya kembali ke Indonesia, berarti saya menyerah bermain di sini."
Dejan Antonic: Ini Hasil Yang Adil
BERITA BOLA Pelatih Pelita Bandung Raya, Dejan Antonic, mengaku hasil imbang 2-2 yang diraih timnya saat meladeni Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Selasa (20/5), merupakan hasil yang adil bagi kedua tim. Menurutnya, kedua tim memiliki banyak peluang untuk mencetak gol.
“Pertandingan berlangsung cukup berat buat PBR dan Persib. Tapi sekarang kami harus fokus untuk laga selanjutnya,” tutur Dejan, usai laga.
Pertandingan sempat berlangsung dalam tempo tinggi, beberapa kali pemain kedua tim membuat pelanggaran yang tak jarang berakhir dengan adu mulut. Namun Dejan tak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.
"Jalannya pertandingan memang panas, tapi kita harus lupakan itu. Menang atau kalah usai pertandingan kita harus berjabat tangan. Saya ucapkan terima kasih buat para pemain yang sudah memperlihatkan karakter yang kuat, karena dua kali kita melawan tim paling berat di Indonesia dan bisa meraih hasil yang positif," paparnya.
Grafik permainan PBR kontra Persib yang kian meningkat tak luput dari perhatian pelatih asal Serbia tersebut. Di mata Dejan, semua berkat kemampuan pemain untuk berkomunikasi satu sama lain yang makin hari semakin meningkat."Sekarang tim kami diisi oleh pemain muda yang punya hati besar, itu yang bikin beda dari kemarin. Lihat juga bagaimana persiapan mereka sebelum pertandingan. Saya pikir disiplin mereka menjadi kunci utama selain komunikasi pemain di lapangan dengan kami yang berada di bench.
“Pertandingan berlangsung cukup berat buat PBR dan Persib. Tapi sekarang kami harus fokus untuk laga selanjutnya,” tutur Dejan, usai laga.
Pertandingan sempat berlangsung dalam tempo tinggi, beberapa kali pemain kedua tim membuat pelanggaran yang tak jarang berakhir dengan adu mulut. Namun Dejan tak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.
"Jalannya pertandingan memang panas, tapi kita harus lupakan itu. Menang atau kalah usai pertandingan kita harus berjabat tangan. Saya ucapkan terima kasih buat para pemain yang sudah memperlihatkan karakter yang kuat, karena dua kali kita melawan tim paling berat di Indonesia dan bisa meraih hasil yang positif," paparnya.
Grafik permainan PBR kontra Persib yang kian meningkat tak luput dari perhatian pelatih asal Serbia tersebut. Di mata Dejan, semua berkat kemampuan pemain untuk berkomunikasi satu sama lain yang makin hari semakin meningkat."Sekarang tim kami diisi oleh pemain muda yang punya hati besar, itu yang bikin beda dari kemarin. Lihat juga bagaimana persiapan mereka sebelum pertandingan. Saya pikir disiplin mereka menjadi kunci utama selain komunikasi pemain di lapangan dengan kami yang berada di bench.
Persipura Jayapura Gaet Playmaker Anyar
BERITA BOLA Persipura Jayapura memulai aktivitas transfer paruh musim Indonesia Super League (ISL) 2014. Klub berjuluk Mutiara Hitam itu mendatangkan pemain tengah baru asal Argentina, Robertino Pugliara.
Kedatangan Robertino pun harus membuat Persipura mendepak salah satu pemain asingnya. Karena sesuai regulasi PT Liga Indonesia, bahwa setiap klub hanya diperbolehkan memiliki empat pemain asing, dengan detail tiga asal benua mana pun, dan satu Asia.
Yang menjadi korban kedatangan Robertino adalah Boakay Eddie Foday, striker asing asal Liberia itu terpaksa harus terdepak dari tim yang menembus delapan besar Piala AFC 2014.
"Dia (Boakay) tampil baik di Piala AFC, hanya saja kebutuhan tim memaksa kami untuk tidak menggunakan jasanya," kata Jacksen F Tiago, pelatih Persipura.
Pelatih asal Brasil itu juga mengkonfirmasi bahwa kelengkapan kontrak Robertino telah diselesaikan. Dengan begitu, kini Persipura dihuni legiun asing, Bio Paulin, Lim Jun Sik dan Yoo Jae Hoon.
Kedatangan Robertino pun harus membuat Persipura mendepak salah satu pemain asingnya. Karena sesuai regulasi PT Liga Indonesia, bahwa setiap klub hanya diperbolehkan memiliki empat pemain asing, dengan detail tiga asal benua mana pun, dan satu Asia.
Yang menjadi korban kedatangan Robertino adalah Boakay Eddie Foday, striker asing asal Liberia itu terpaksa harus terdepak dari tim yang menembus delapan besar Piala AFC 2014.
"Dia (Boakay) tampil baik di Piala AFC, hanya saja kebutuhan tim memaksa kami untuk tidak menggunakan jasanya," kata Jacksen F Tiago, pelatih Persipura.
Pelatih asal Brasil itu juga mengkonfirmasi bahwa kelengkapan kontrak Robertino telah diselesaikan. Dengan begitu, kini Persipura dihuni legiun asing, Bio Paulin, Lim Jun Sik dan Yoo Jae Hoon.
Arcan Iurie: Jangan Sanjung Diego Fretes
BERITA BOLA Pelatih Persepam Madura United Arcan Iurie meminta agar media tidak memberikan sorotan dan sanjungan berlebihan kepada gelandang anyar Laskar Sapeh Kerap Diego Fretes.
Penampilan Diego ketika mengalahkan Persiba Balikpapan akhir pekan kemarin menuai pujian dari suporter di Stadion Gelora Bangkalan. Menjadi pengatur serangan, visi dan umpan terukur dari kedua kakinya mampu membuat permainan Persepam lebih variatif.
Meski begitu, Arcan meminta kepada awak media untuk tidak membesar-besarkan Diego, mengingat pemain asal Paraguay baru sekali merasakan kerasnya persaingan Indonesia Super League (ISL) musim ini.
“Kita jangan buru-buru jadikan dia bintang. Tolong, dia pemain asing. Dia datang ke Indonesia dapat kontrak di Persepam buat kerja, dan buktikan kualitasnya dia. Itu biasa, normal. Pemain asing harus lebih baik dari pemain lokal. Tapi jangan [buru-buru] buat bintang, dia besok [bisa] sombong. Itu cepat sekali,” ungkap Arcan.
Diego menunjukkan permainan yang memikat dengan menampilkan beberapa aksi yang membuat penonton berdecak kagum. Dia melakukan tiga kali umpan akurat menggunakan backheel.
Selain itu, dia berani menerobos dua hingga tiga pemain lawan yang menghadangnya, meski harus dijatuhkan berulang kali. Umpan daerah menggunakan kaki kanan dan kaki kiri mampu memanjakan Silvio Escobar yang ditempatkan Arcan sebagai striker tunggal.
Mengandalkan visi dan kemampuan Diego dalam mengatur serangan, penggawa Persepam akan bertolak ke Kutai Kertanegara menghadapi pemuncak klasemen Mitra Kukar dalam lanjutan ISL 2014, Rabu (21/05).
Penampilan Diego ketika mengalahkan Persiba Balikpapan akhir pekan kemarin menuai pujian dari suporter di Stadion Gelora Bangkalan. Menjadi pengatur serangan, visi dan umpan terukur dari kedua kakinya mampu membuat permainan Persepam lebih variatif.
Meski begitu, Arcan meminta kepada awak media untuk tidak membesar-besarkan Diego, mengingat pemain asal Paraguay baru sekali merasakan kerasnya persaingan Indonesia Super League (ISL) musim ini.
“Kita jangan buru-buru jadikan dia bintang. Tolong, dia pemain asing. Dia datang ke Indonesia dapat kontrak di Persepam buat kerja, dan buktikan kualitasnya dia. Itu biasa, normal. Pemain asing harus lebih baik dari pemain lokal. Tapi jangan [buru-buru] buat bintang, dia besok [bisa] sombong. Itu cepat sekali,” ungkap Arcan.
Diego menunjukkan permainan yang memikat dengan menampilkan beberapa aksi yang membuat penonton berdecak kagum. Dia melakukan tiga kali umpan akurat menggunakan backheel.
Selain itu, dia berani menerobos dua hingga tiga pemain lawan yang menghadangnya, meski harus dijatuhkan berulang kali. Umpan daerah menggunakan kaki kanan dan kaki kiri mampu memanjakan Silvio Escobar yang ditempatkan Arcan sebagai striker tunggal.
Mengandalkan visi dan kemampuan Diego dalam mengatur serangan, penggawa Persepam akan bertolak ke Kutai Kertanegara menghadapi pemuncak klasemen Mitra Kukar dalam lanjutan ISL 2014, Rabu (21/05).
Persik Kediri Seleksi Pemain Usai Depak Duo Asing
BERITA BOLA Persik Kediri melakukan pencoretan pemain jelang Indonesia Super League (ISL) 2014 paruh kedua. Manajemen dari klub berjuluk Macan Putih merasa harus segera berbenah demi bertahan di ISL musim depan.
Beberapa nama yang harus dilepas dari tim asuhan pelatih Hartono Ruslan adalah duo asing Michael Ndubuisi dan Ngon Mamoun. Serta pemain lokal Dicky Firasat, Herman Romansyah dan Sofyan Efendi.
Ada yang tercoret tentu ada pula yang datang, Persik saat ini sedang memantau Robertino Pugliara (PSM Makassar), Ezequiel Gonzales (eks Semen Padang), dan kiper Aji Saka yang baru saja didepak Persepam Madura United.
“Saya senang banyak pemain yang mengikuti seleksi, sehingga banyak alternatif yang bisa dipilih. Semoga dari sekian pemain yang datang, ada yang sesuai dengan kebutuhan Persik. Kami harus melakukan segala cara, termasuk mengubah komposisi tim, agar minimal tetap bertahan di ISL,” kata asisten pelatih Persik, Musikan.
Sosok pelapis penjaga gawang jadi perhatian utama dari tim pelatih, itu karena Persik saat ini hanya memiliki Tedi Heri di posisi tersebut. Wahyudi memilih menjadi pelatih kiper usai mundurnya Andi Syukrian beserta rombongan Aris Budi Sulistyo.
“Yang pasti kami akan mendatangkan kiper. Untuk posisi lain masih dilihat bagaimana kemampuan pemain yang mengikuti seleksi. Kalau diperlukan, mungkin saja Persik akan memakai empat pemain asing sekaligus,” tutup Musikan.
Beberapa nama yang harus dilepas dari tim asuhan pelatih Hartono Ruslan adalah duo asing Michael Ndubuisi dan Ngon Mamoun. Serta pemain lokal Dicky Firasat, Herman Romansyah dan Sofyan Efendi.
Ada yang tercoret tentu ada pula yang datang, Persik saat ini sedang memantau Robertino Pugliara (PSM Makassar), Ezequiel Gonzales (eks Semen Padang), dan kiper Aji Saka yang baru saja didepak Persepam Madura United.
“Saya senang banyak pemain yang mengikuti seleksi, sehingga banyak alternatif yang bisa dipilih. Semoga dari sekian pemain yang datang, ada yang sesuai dengan kebutuhan Persik. Kami harus melakukan segala cara, termasuk mengubah komposisi tim, agar minimal tetap bertahan di ISL,” kata asisten pelatih Persik, Musikan.
Sosok pelapis penjaga gawang jadi perhatian utama dari tim pelatih, itu karena Persik saat ini hanya memiliki Tedi Heri di posisi tersebut. Wahyudi memilih menjadi pelatih kiper usai mundurnya Andi Syukrian beserta rombongan Aris Budi Sulistyo.
“Yang pasti kami akan mendatangkan kiper. Untuk posisi lain masih dilihat bagaimana kemampuan pemain yang mengikuti seleksi. Kalau diperlukan, mungkin saja Persik akan memakai empat pemain asing sekaligus,” tutup Musikan.
Pelatih Republik Dominika Baru Tahu Bakal Hadapi Timnas Indonesia U-23
BERITA BOLA Pelatih Republik Dominika, Clemente Domingo Hernandez, mengakui baru mengetahui kalau yang bakal dihadapi timnya adalah timnas Indonesia U-23 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (15/5). Sebelumnya, Republik Dominika memang dijadwalkan melawan timnas senior.
"Saya memang baru tahu. Tapi siapapun lawan yang akan kami hadapi besok, kami akan tetap menampilkan permainan terbaik," ujar Hernandez.
Lebih lanjut, Hernandez mengungkapkan laga uji coba ini memang sebagai bagian dari persiapan mereka untuk menghadapi fase kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONCACAF (Amerika Tengah, Utara, dan Karibia).
Hernandez pun tidak mempermasalahkan laga nanti tidak menjadi laga FIFA level A, sehingga tidak akan mendapatkan perhitungan poin. Seperti diberitakan sebelumnya, untuk laga ini Hernandez memboyong 17 pemain. Mereka harus menempuh perjalanan 22 jam menuju Jakarta dengan tiga kali transit di Bogota, Madrid, dan Dubai.
Heinz Barmettler dan kawan-kawan sudah tiba di Jakarta sejak, Selasa (13/5) malam. Rencananya, Los Quisqueyanos akan melakukan uji coba lapangan di SUGBK, malam ini.
"Saya memang baru tahu. Tapi siapapun lawan yang akan kami hadapi besok, kami akan tetap menampilkan permainan terbaik," ujar Hernandez.
Lebih lanjut, Hernandez mengungkapkan laga uji coba ini memang sebagai bagian dari persiapan mereka untuk menghadapi fase kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONCACAF (Amerika Tengah, Utara, dan Karibia).
Hernandez pun tidak mempermasalahkan laga nanti tidak menjadi laga FIFA level A, sehingga tidak akan mendapatkan perhitungan poin. Seperti diberitakan sebelumnya, untuk laga ini Hernandez memboyong 17 pemain. Mereka harus menempuh perjalanan 22 jam menuju Jakarta dengan tiga kali transit di Bogota, Madrid, dan Dubai.
Heinz Barmettler dan kawan-kawan sudah tiba di Jakarta sejak, Selasa (13/5) malam. Rencananya, Los Quisqueyanos akan melakukan uji coba lapangan di SUGBK, malam ini.
FOKUS: Striker Lokal Belum Bertaji
BERITA BOLA Setengah musim perjalanan Indonesia Super League (ISL) 2014 telah berjalan, setiap tim dari masing-masing wilayah telah melakoni sepuluh pertandingan. Mitra Kukar Tenggarong menguasai puncak klasemen Wilayah Barat dengan 20, diikuti dengan Persela Lamongan, Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya di empat besar.
Sementara itu, di Wilayah Timur, Arema Cronus tampil mendominasi dan duduk nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh angka atas Persib Bandung di posisi kedua, diikuti Persija Jakarta dan Semen Padang.
Dari 110 pertandingan di putaran pertama musim ini, total tercipta 287 gol (143 gol di Wilayah Timur dan 144 gol di Wilayah Barat), sehingga dalam setiap pertandingan rata-rata tercipta 2,6 gol.
Namun, sayang dari jumlah tersebut, sumbangan gol dari striker lokal Indonesia terhitung masih sangat kurang. Hal tersebut bisa dilihat dari jajaran top skor sementara di ISL. Dari lima besar, hanya ada satu nama lokal di sana, yaitu penyerang Arema Cronus, Samsul Arif, dengan torehan enam gol. Sementara, pencetak gol terbanyak saat ini dipegang oleh striker asal Kamerun Pacho Kenmogne yang bermain di Persebaya.Salah satu penyebab utama cukup keringnya gol dari striker lokal justru terjadi karena krisis kepercayaan dari klub-klub Indonesia. Klub lebih mempercayakan lini depan mereka diisi oleh penyerang-penyerang asing. Memang hal itu membuat lini depan klub menjadi lebih baik karena rata-rata pemain asing memang memiliki kualitas di atas pemain lokal, tetapi hal itu juga membuat perkembangan striker lokal menjadi tidak maksimal.
Bisa dilihat dari beberapa klub besar Indonesia seperti Persija Jakarta yang sangat mengandalkan sosok Ivan Bosnjak dan Zelimir Terkes di lini depan, meski kontribusi kedua pemain asing itu terlihat kurang. Demikian juga dengan pimpinan klasemen sementara Wilayah Timur, Mitra Kukar, yang mengandalkan Herman Dzumafo sebagai ujung tombak, atau Persebaya yang memiliki sosok Kenmogne, top skor sementara saat ini dan striker asal Singapura Agu Casmir, kehadiran dua sosok itu tentu akan menipiskan kesempatan bermain striker berusia 20 tahun, Abdul Rahmad Lestaluhu.
Selain kurangnya kepercayaan dari klub, faktor lainnya adalah dari striker lokal itu sendiri yang masih belum bisa menampilkan permainan terbaik. Seperti Persib Bandung yang dihuni banyak striker lokal berkualitas yaitu Muhammad Ridwan, Ferdinand Sinaga dan juga Tantan, tetapi daya gedor Maung Bandung justru tampak sangat bergantung pada sosok Djibril Coulibaly, yang telah mencetak lima gol dalam tujuh pertandingan.
Kemudian, Semen Padang yang juga mengandalkan striker lokal seperti Airlangga Sucipto atau Hendra Bayaw, tetapi top skor klub malah dipegang oleh gelandang asal Argentina, Esteban Vizcarra dengan enam gol. Bahkan catatan gol itu lebih banyak dari jumlah gol gabungan Airlangga dan Bayaw, sebanyak lima gol. Demikian juga dengan striker-striker muda di Sriwijaya FC Palembang, Syamsir Alam, Alan Martha, atau Anis Nabar masih belum bisa mencetak gol sampai saat iniDampak itu menjadi jelas terlihat pada level tim nasional, pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl masih kesulitan mencari pengganti yang pas untuk Cristian Gonzales yang usianya sudah semakin uzur.
Namun, masih ada harapan yang mengintip, beberapa klub ISL masih tampak memiliki sosok striker lokal yang siap mencuat di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Persipura Jayapura misalnya, meski mereka memiliki Boakay Eddi Foday, pelatih Jacksen F. Tiago masih kerap mempercayakan lini depan timnya diisi rotasi Boaz Salossa, Ian Kabes, Titus Bonai, Lukas Mandowen dan Yosua Pahabol. Hasilnya, Boaz, Kabes dan Mandowen, total mencetak sepuluh gol sejauh ini untuk membantu Tim Mutiarah Hitam berada di empat besar klasemen sementara.
Kemudian, ada Arema yang menyumbangkan dua striker lokal dalam sepuluh besar top skor sementara. Striker naturalisasi, Gonzales, masih menunjukkan ketajamannya dalam membobol gawang lawan seperti musim-musim terdahulu, sehingga ia terus mendapatkan kepercayaan dari pelatih. Dan Samsul Arif, yang merupakan top skor striker lokal saat ini dengan enam gol. Eks pemain Persela itu membuktikan kemampuannya ketika menggantikan Gonzales sebagai ujung tombak dalam laga melawan Gresik United pada laga terakhir, tidak tanggung-tanggung, ia berhasil mencetak hat-trick untuk membawa Singo Edan menang 5-0.
Terlepas dari beberapa striker lokal Indonesia yang menimba ilmu di luar negeri seperti Irfan Bachdim, Sergio van Dijk, Andik Vermansyah, Patrich Wanggai ataupun Yandi Sofyan. Kompetisi dalam negeri seharusnya menjadi salah satu tempat utama untuk menggodok talenta-talenta berbakat, terutama dalam posisi striker.
Pengurangan jatah pemain asing di musim ini sudah banyak membantu, sehingga diharapkan pada musim-musim mendatang lebih banyak lagi klub yang mempercayakan striker lokal dan para striker lokal sendiri juga semakin percaya diri untuk dapat mengeluarkan performa terbaik di setiap pertandingan.
Sementara itu, di Wilayah Timur, Arema Cronus tampil mendominasi dan duduk nyaman di puncak klasemen dengan keunggulan tujuh angka atas Persib Bandung di posisi kedua, diikuti Persija Jakarta dan Semen Padang.
Dari 110 pertandingan di putaran pertama musim ini, total tercipta 287 gol (143 gol di Wilayah Timur dan 144 gol di Wilayah Barat), sehingga dalam setiap pertandingan rata-rata tercipta 2,6 gol.
Namun, sayang dari jumlah tersebut, sumbangan gol dari striker lokal Indonesia terhitung masih sangat kurang. Hal tersebut bisa dilihat dari jajaran top skor sementara di ISL. Dari lima besar, hanya ada satu nama lokal di sana, yaitu penyerang Arema Cronus, Samsul Arif, dengan torehan enam gol. Sementara, pencetak gol terbanyak saat ini dipegang oleh striker asal Kamerun Pacho Kenmogne yang bermain di Persebaya.Salah satu penyebab utama cukup keringnya gol dari striker lokal justru terjadi karena krisis kepercayaan dari klub-klub Indonesia. Klub lebih mempercayakan lini depan mereka diisi oleh penyerang-penyerang asing. Memang hal itu membuat lini depan klub menjadi lebih baik karena rata-rata pemain asing memang memiliki kualitas di atas pemain lokal, tetapi hal itu juga membuat perkembangan striker lokal menjadi tidak maksimal.
Bisa dilihat dari beberapa klub besar Indonesia seperti Persija Jakarta yang sangat mengandalkan sosok Ivan Bosnjak dan Zelimir Terkes di lini depan, meski kontribusi kedua pemain asing itu terlihat kurang. Demikian juga dengan pimpinan klasemen sementara Wilayah Timur, Mitra Kukar, yang mengandalkan Herman Dzumafo sebagai ujung tombak, atau Persebaya yang memiliki sosok Kenmogne, top skor sementara saat ini dan striker asal Singapura Agu Casmir, kehadiran dua sosok itu tentu akan menipiskan kesempatan bermain striker berusia 20 tahun, Abdul Rahmad Lestaluhu.
Selain kurangnya kepercayaan dari klub, faktor lainnya adalah dari striker lokal itu sendiri yang masih belum bisa menampilkan permainan terbaik. Seperti Persib Bandung yang dihuni banyak striker lokal berkualitas yaitu Muhammad Ridwan, Ferdinand Sinaga dan juga Tantan, tetapi daya gedor Maung Bandung justru tampak sangat bergantung pada sosok Djibril Coulibaly, yang telah mencetak lima gol dalam tujuh pertandingan.
Kemudian, Semen Padang yang juga mengandalkan striker lokal seperti Airlangga Sucipto atau Hendra Bayaw, tetapi top skor klub malah dipegang oleh gelandang asal Argentina, Esteban Vizcarra dengan enam gol. Bahkan catatan gol itu lebih banyak dari jumlah gol gabungan Airlangga dan Bayaw, sebanyak lima gol. Demikian juga dengan striker-striker muda di Sriwijaya FC Palembang, Syamsir Alam, Alan Martha, atau Anis Nabar masih belum bisa mencetak gol sampai saat iniDampak itu menjadi jelas terlihat pada level tim nasional, pelatih timnas Indonesia Alfred Riedl masih kesulitan mencari pengganti yang pas untuk Cristian Gonzales yang usianya sudah semakin uzur.
Namun, masih ada harapan yang mengintip, beberapa klub ISL masih tampak memiliki sosok striker lokal yang siap mencuat di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.
Persipura Jayapura misalnya, meski mereka memiliki Boakay Eddi Foday, pelatih Jacksen F. Tiago masih kerap mempercayakan lini depan timnya diisi rotasi Boaz Salossa, Ian Kabes, Titus Bonai, Lukas Mandowen dan Yosua Pahabol. Hasilnya, Boaz, Kabes dan Mandowen, total mencetak sepuluh gol sejauh ini untuk membantu Tim Mutiarah Hitam berada di empat besar klasemen sementara.
Kemudian, ada Arema yang menyumbangkan dua striker lokal dalam sepuluh besar top skor sementara. Striker naturalisasi, Gonzales, masih menunjukkan ketajamannya dalam membobol gawang lawan seperti musim-musim terdahulu, sehingga ia terus mendapatkan kepercayaan dari pelatih. Dan Samsul Arif, yang merupakan top skor striker lokal saat ini dengan enam gol. Eks pemain Persela itu membuktikan kemampuannya ketika menggantikan Gonzales sebagai ujung tombak dalam laga melawan Gresik United pada laga terakhir, tidak tanggung-tanggung, ia berhasil mencetak hat-trick untuk membawa Singo Edan menang 5-0.
Terlepas dari beberapa striker lokal Indonesia yang menimba ilmu di luar negeri seperti Irfan Bachdim, Sergio van Dijk, Andik Vermansyah, Patrich Wanggai ataupun Yandi Sofyan. Kompetisi dalam negeri seharusnya menjadi salah satu tempat utama untuk menggodok talenta-talenta berbakat, terutama dalam posisi striker.
Pengurangan jatah pemain asing di musim ini sudah banyak membantu, sehingga diharapkan pada musim-musim mendatang lebih banyak lagi klub yang mempercayakan striker lokal dan para striker lokal sendiri juga semakin percaya diri untuk dapat mengeluarkan performa terbaik di setiap pertandingan.
Mundari Karya Sebut Performa Bayu Gatra Menurun
BERITA BOLA Ketika dikalahkan Persiba, Bayu yang kerap merepotkan barisan belakang lawan, tidak bisa bergerak dengan bebas akibat pengawalan ketat pemain Beruang Madu. Mundari menyebut performa itu juga terjadi saat mengalahkan Persela Lamongan.
“Sebenarnya dari melawan Persela performanya menurun. Kemarin masih di bawah penampilan biasanya. Ditambah penjagaan ketat dari musuh,” ungkap Mundari.
Kendati demikian, performa Bayu dalam pertandingan tersebut tidak terlalu buruk. Bayu tercatat empat kali melepaskan umpan memanjakan bagi barisan depan, dan satu tembakan ke gawang. Hanya saja, itu belum bisa mengangkat penampilan Pusam.
Sementara itu, pelatih Persiba Jaya Hartono mensyukuri kemenangan yang diperoleh tim besutannya di laga pamungkas putaran pertama. Ia menilai kunci sukses anak asuhnya berkat taktik mematikan pergerakan Bayu.
“Kami sangat bersyukur atas kemenangan itu, pertandingan yang luar biasa. Saya memang instruksikan untuk mematikan Bayu Gatra. Pemain kami sukses menutup permainan dia. Tapi ada beberapa kali degan kualitasnya, dia mampu membahayakan gawang kami,” kata Jaya.
Selama ini Jaya bersikap dingin. Sepanjang laga, Jaya juga terlihat tegang. Namun sesaat setelah wasit meniupkan peluit panjang, Jaya langsung merayakannya sambil berjingkrak, dan melemparkan topi ke udara. Apalagi Pusam masih bisa memberikan tekanan, walau hanya bermain dengan sepuluh orang.
“Ini luapan emosional. Walaupun kami bermain 11 orang, tapi Pusam masih bisa menekan. Pusam dengan sepuluh pemain masih sangat berbahaya. Pertandingan yang menarik sekaligus menegangkan. Ini hasil yang positif,” ucap Jaya. (gk-59)
“Sebenarnya dari melawan Persela performanya menurun. Kemarin masih di bawah penampilan biasanya. Ditambah penjagaan ketat dari musuh,” ungkap Mundari.
Kendati demikian, performa Bayu dalam pertandingan tersebut tidak terlalu buruk. Bayu tercatat empat kali melepaskan umpan memanjakan bagi barisan depan, dan satu tembakan ke gawang. Hanya saja, itu belum bisa mengangkat penampilan Pusam.
Sementara itu, pelatih Persiba Jaya Hartono mensyukuri kemenangan yang diperoleh tim besutannya di laga pamungkas putaran pertama. Ia menilai kunci sukses anak asuhnya berkat taktik mematikan pergerakan Bayu.
“Kami sangat bersyukur atas kemenangan itu, pertandingan yang luar biasa. Saya memang instruksikan untuk mematikan Bayu Gatra. Pemain kami sukses menutup permainan dia. Tapi ada beberapa kali degan kualitasnya, dia mampu membahayakan gawang kami,” kata Jaya.
Selama ini Jaya bersikap dingin. Sepanjang laga, Jaya juga terlihat tegang. Namun sesaat setelah wasit meniupkan peluit panjang, Jaya langsung merayakannya sambil berjingkrak, dan melemparkan topi ke udara. Apalagi Pusam masih bisa memberikan tekanan, walau hanya bermain dengan sepuluh orang.
“Ini luapan emosional. Walaupun kami bermain 11 orang, tapi Pusam masih bisa menekan. Pusam dengan sepuluh pemain masih sangat berbahaya. Pertandingan yang menarik sekaligus menegangkan. Ini hasil yang positif,” ucap Jaya. (gk-59)
Fabiano Beltrame: Kami Kalah Kelas Dari Ajax
BERITA BOLA Bek Persija Jakarta, Fabiano Beltrame, mengakui Ajax Amsterdam adalah tim yang kuat dan memiliki reputasi bagus di sepakbola Eropa dan Dunia. Untuk itu, Fabiano berharap rekan-rekannya di Persija bisa menimba pengalaman lebih banyak saat bentrok dengan klub juara Eredivisie musim ini tersebut, Minggu (11/5) nanti.
"Kalau dilihat dari level kompetisi, serta infrastruktur mereka, harus diakui kami kalah kelas. Tapi, dengan persiapan dan konsentrasi penuh sepanjang pertandingan, saya yakin kami bisa mengimbangi mereka," ujar kapten tim Macan Kemayoran itu, saat ditemui dalam jumpa pers kedatangan Ajax di hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (9/5) malam.
Dia pun tak ingin hanya terpaku kepada satu atau dua pemain Ajax saja di laga nanti. Menurutnya, pergerakan semua pemain Ajax harus diwaspadai.
"Mereka pasti akan menurunkan para pemain muda. Dan pemain muda pasti ingin menunjukkan yang terbaik saat diberikan kesempatan, supaya dipilih untuk musim depan. Semangat itu harus lebih diwaspadai," paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ajax sedang menjalani tur Indonesia hingga 17 Mei mendatang. Siem de Jong dan kawan-kawan pun telah tiba di Jakarta, Jumat (9/5)pagi. Selain melawan Persija, skuat yang dilatih Frank de Boer itu juga akan meladeni tantangan dari Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, 14 Mei mendatang.
"Kalau dilihat dari level kompetisi, serta infrastruktur mereka, harus diakui kami kalah kelas. Tapi, dengan persiapan dan konsentrasi penuh sepanjang pertandingan, saya yakin kami bisa mengimbangi mereka," ujar kapten tim Macan Kemayoran itu, saat ditemui dalam jumpa pers kedatangan Ajax di hotel Shangri-La, Jakarta, Jumat (9/5) malam.
Dia pun tak ingin hanya terpaku kepada satu atau dua pemain Ajax saja di laga nanti. Menurutnya, pergerakan semua pemain Ajax harus diwaspadai.
"Mereka pasti akan menurunkan para pemain muda. Dan pemain muda pasti ingin menunjukkan yang terbaik saat diberikan kesempatan, supaya dipilih untuk musim depan. Semangat itu harus lebih diwaspadai," paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ajax sedang menjalani tur Indonesia hingga 17 Mei mendatang. Siem de Jong dan kawan-kawan pun telah tiba di Jakarta, Jumat (9/5)pagi. Selain melawan Persija, skuat yang dilatih Frank de Boer itu juga akan meladeni tantangan dari Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, 14 Mei mendatang.
Persebaya Surabaya Resmi Coret Agu Casmir
BERITA BOLA Kiprah pemain naturalisasi asal Singapura Agu Casmir bersama Persebaya Surabaya di Indonesia Super League (ISL) 2014 berakhir setelah manajemen klub mencoret namanya dari daftar skuat Bajul Ijo.
Manajemen beralasan pemecatan Agu ini disebabkan striker tersebut tidak memberikan kontribusi besar kepada tim dengan statusnya sebagai pemain asing. Agu sudah tidak terlihat dalam latihan Persebaya, Kamis (8/5).
“Agu sudah resmi kami lepas. Sebagai pemain asing, kontribusinya minim selama putaran pertama. Kami sudah memberitahu agennya, kalau pemainnya tidak diperpanjang,” ujar asisten manajer Persebaya Amran Said Ali.
Agu hanya bermain penuh ketika Persebaya menjamu Persiram Raja Ampat di Stadion Gelora Bung Tomo. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 itu, Agu tidak mampu menyumbang gol. Ia juga dinilai tim manajemen dan pelatih Persebaya tidak cukup efektif, lantaran cukup lama menderita cedera hamstring.
Tak hanya Agu. Penilaian juga mengarah pada sosok Julio Caesar Larrea Flores. Bedanya, gelandang asal Paraguay itu masih diberi kesempatan mengikuti latihan, dan menunjukkan kualitasnya. Flores yang direkrut pada petengahan putaran pertama menggantikan Patrice Nzekou dituntut memberikan kepercayaan lebih kepada manajemen dan pelatih bila tidak ingin tersisih dari tim.
“Kalau Larrea masih dalam posisi menunggu, dan diberi kesempatan lagi. Kalau akhirnya kalah bersaing, ya bisa saja dicoret. Di putaran kedua nanti, kami ingin pemain yang punya kontribusi besar buat tim,” tegasnya.
Larrea harus bersaing dengan gelandang asal Kongo Yannick Salem-Louniangou, yang kini sedang menjalani seleksi di Bajul Ijo sejak Selasa (6/5) lalu. Bahkan, pelatih Persebaya Rahmad Darmawan sudah menyiapkan dua pertandingan uji coba untuk memantau kemampuan pemain yang pernah memperkuat klub Liga Perancis Grenoble Foot, dan FC De Graafschap (Belanda) tersebut.
“Uji coba akan kami lakukan pada akhir pekan ini, dan tengah pekan depan. Dari sana, kami akan melihat kemampuannya [Yannick],” kata RD, sapaan Rahmad.Melihat kemungkinan yang ada, Persebaya memilih mengajak uji coba tim juniornya Persebaya U-21 dan tim lokal Surabaya Muda (SM), yang kini sedang berkiprah mengikuti Divisi I 2014. Baik tim U-21 maupun SM sudah menyetujui permintaan RD dan Bajul Ijo.
"Coba lihat nanti, apakah lawan tim U-21 dulu, atau SM dulu. Kami juga harus menyesuaikan dengan jadwal mereka,” tutup
Manajemen beralasan pemecatan Agu ini disebabkan striker tersebut tidak memberikan kontribusi besar kepada tim dengan statusnya sebagai pemain asing. Agu sudah tidak terlihat dalam latihan Persebaya, Kamis (8/5).
“Agu sudah resmi kami lepas. Sebagai pemain asing, kontribusinya minim selama putaran pertama. Kami sudah memberitahu agennya, kalau pemainnya tidak diperpanjang,” ujar asisten manajer Persebaya Amran Said Ali.
Agu hanya bermain penuh ketika Persebaya menjamu Persiram Raja Ampat di Stadion Gelora Bung Tomo. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 itu, Agu tidak mampu menyumbang gol. Ia juga dinilai tim manajemen dan pelatih Persebaya tidak cukup efektif, lantaran cukup lama menderita cedera hamstring.
Tak hanya Agu. Penilaian juga mengarah pada sosok Julio Caesar Larrea Flores. Bedanya, gelandang asal Paraguay itu masih diberi kesempatan mengikuti latihan, dan menunjukkan kualitasnya. Flores yang direkrut pada petengahan putaran pertama menggantikan Patrice Nzekou dituntut memberikan kepercayaan lebih kepada manajemen dan pelatih bila tidak ingin tersisih dari tim.
“Kalau Larrea masih dalam posisi menunggu, dan diberi kesempatan lagi. Kalau akhirnya kalah bersaing, ya bisa saja dicoret. Di putaran kedua nanti, kami ingin pemain yang punya kontribusi besar buat tim,” tegasnya.
Larrea harus bersaing dengan gelandang asal Kongo Yannick Salem-Louniangou, yang kini sedang menjalani seleksi di Bajul Ijo sejak Selasa (6/5) lalu. Bahkan, pelatih Persebaya Rahmad Darmawan sudah menyiapkan dua pertandingan uji coba untuk memantau kemampuan pemain yang pernah memperkuat klub Liga Perancis Grenoble Foot, dan FC De Graafschap (Belanda) tersebut.
“Uji coba akan kami lakukan pada akhir pekan ini, dan tengah pekan depan. Dari sana, kami akan melihat kemampuannya [Yannick],” kata RD, sapaan Rahmad.Melihat kemungkinan yang ada, Persebaya memilih mengajak uji coba tim juniornya Persebaya U-21 dan tim lokal Surabaya Muda (SM), yang kini sedang berkiprah mengikuti Divisi I 2014. Baik tim U-21 maupun SM sudah menyetujui permintaan RD dan Bajul Ijo.
"Coba lihat nanti, apakah lawan tim U-21 dulu, atau SM dulu. Kami juga harus menyesuaikan dengan jadwal mereka,” tutup
PREVIEW Indonesia Super League 2014: Arema Cronus - Gresik United
BERITA BOLA Arema Cronus akan menjalani laga pamungkas putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2014 dengan menjalani laga derby Jawa Timur di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kamis (8/5).
Skuat besutan pelatih Suharno tentu akan bertekad mengakhiri putaran pertama musim ini dengan torehan positif, yaitu menyapu bersih semua laga kandang. Boleh dibilang saat ini penggawa Arema sedang dalam puncak kepercayaan diri setelah mencuri tiga poin dari kandang Semen Padang dan Persija Jakarta.
Namun di laga ini, Arema harus kehilangan dua pemain pilar, Ahmad Bustomi dan Cristian 'El Loco' Gonzlaes yang dipastikan absen karena akumulasi kartu. Tanpa Bustomi, Arema akan kehilangan dirijen permainan mereka. Sedangkan El Loco tak hanya menjadi penjebol gawang lawan, tapi juga pemberi umpan bagi rekan-rekannya di barisan depan.
Dengan kondisi tersebut, upaya Arema untuk meraih tiga poin tidak akan semudah laga-laga sebelumnya. Meskipun demikian, poin penuh tetap diburu Singo Edan. Apalagi dengan tambahan motivasi dari Aremania yang selalu memadati Stadion Kanjuruhan, tentunya Arema tak ingin mengecewakan pendukung mereka.
"Tidak boleh ada anggapan untuk meremehkan Gresik. Meski di papan bawah, mereka tetap bisa mengejutkan Arema," ujar Suharno.
Kondisi pincang juga dialami Gresik United yang tak diperkuat Mahyadi Panggabean, Dedi Indra, Otavio Dutra, serta Shohei Matsunaga. Selama ini, mereka menjadi tulang punggung Laskar Joko Samudro.
Walau pun begitu, Gresik United memiliki modal kepercayaan diri bagus. Hasil imbang melawan Semen Padang menjadi pelecut semangat tim besutan Angel Alfredo Vera ini untuk, setidaknya, mengulangi hasil serupa. Perolehan poin dibutuhkan Gresik United untuk menjauhi zona degradasi.
“Untuk menutup lubang yang ditinggalkan Dutra, kami sudah siapkan Handi Ramdhan. Dari kualitas, dia cukup bagus sebagai benteng pertahanan, meski statusnya bukan pemain starter. Arema tim bagus, dan kami sudah menyiapkan kejutan. Tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan,” ungkap Alfredo.
Skuat besutan pelatih Suharno tentu akan bertekad mengakhiri putaran pertama musim ini dengan torehan positif, yaitu menyapu bersih semua laga kandang. Boleh dibilang saat ini penggawa Arema sedang dalam puncak kepercayaan diri setelah mencuri tiga poin dari kandang Semen Padang dan Persija Jakarta.
Namun di laga ini, Arema harus kehilangan dua pemain pilar, Ahmad Bustomi dan Cristian 'El Loco' Gonzlaes yang dipastikan absen karena akumulasi kartu. Tanpa Bustomi, Arema akan kehilangan dirijen permainan mereka. Sedangkan El Loco tak hanya menjadi penjebol gawang lawan, tapi juga pemberi umpan bagi rekan-rekannya di barisan depan.
Dengan kondisi tersebut, upaya Arema untuk meraih tiga poin tidak akan semudah laga-laga sebelumnya. Meskipun demikian, poin penuh tetap diburu Singo Edan. Apalagi dengan tambahan motivasi dari Aremania yang selalu memadati Stadion Kanjuruhan, tentunya Arema tak ingin mengecewakan pendukung mereka.
"Tidak boleh ada anggapan untuk meremehkan Gresik. Meski di papan bawah, mereka tetap bisa mengejutkan Arema," ujar Suharno.
Kondisi pincang juga dialami Gresik United yang tak diperkuat Mahyadi Panggabean, Dedi Indra, Otavio Dutra, serta Shohei Matsunaga. Selama ini, mereka menjadi tulang punggung Laskar Joko Samudro.
Walau pun begitu, Gresik United memiliki modal kepercayaan diri bagus. Hasil imbang melawan Semen Padang menjadi pelecut semangat tim besutan Angel Alfredo Vera ini untuk, setidaknya, mengulangi hasil serupa. Perolehan poin dibutuhkan Gresik United untuk menjauhi zona degradasi.
“Untuk menutup lubang yang ditinggalkan Dutra, kami sudah siapkan Handi Ramdhan. Dari kualitas, dia cukup bagus sebagai benteng pertahanan, meski statusnya bukan pemain starter. Arema tim bagus, dan kami sudah menyiapkan kejutan. Tidak ada tim yang tidak bisa dikalahkan,” ungkap Alfredo.
Preview Indonesia Super League 2014: Putra Samarinda - Persiba Balikpapan
BERITA BOLA Duel panas antara dua tim asal Kalimantan Timur tersaji kala Putra Samarinda menjamu rivalnya Persiba Balikpapan, Kamis (8/5), di Stadion Palaran dalam derby Kaltim di Indonesia Super League (ISL) 2014.
Kedua tim mendapatkan hasil bertolak belakang dalam pertandingan terakhirnya masing-masing. Pusam sukses menjungkalkan Persela Lamongan 3-0, sedangkan Persiba harus bertekuk lutut di hadapan Mitra Kukar dengan skor 4-0.
Namun hasil berbeda di laga terakhir masing-masing tim itu, tak lantas membuat arsitek Pusam Mundari Karya jemawa. Dirinya terus mewanti pemainnya agar waspada selama 90 menit.
“Anak-anak harus fokus sepanjang pertandingan berlangsung, karena saat di lapangan kedudukan dimulai dari 0-0. Apalagi lawannya Persiba,” ucap Mundari kepada Goal Indonesia.
Kemungkinan Pusam akan menggunakan skema yang serupa saat menang lawan Persela, di mana Ilija Spasojevic dan Pavel Solomin bakal ditandemkan sebagai juru gedor. Keduanya dimanjakan dengan suplai bola dari lini tengah yang didominasi pemain muda. Trio Bayu Gatra, Sultan Samma, dan Loudry mungkin akan dipasang, mengingat ketiga gelandang ini sudah saling memahami, karena telah bermain bersama sejak di Pusam U-21.
Sedangkan dari kubu Persiba, beban yang amat berat akan dipikul sang pelatih Jaya Hartono. Diterpa permintaan pemakzulan dari para suporter membuatnya harus bisa mencuri poin. Posisinya makin ama jika bisa memenangkan derby Kaltim tersebut.
Saat ini, Pasukan Biru sudah siap tempur. Ahmad Sembiring yang absen kala melawan Mitra Kukar perlahan pulih.
“Kondisi kami cukup baik dan siap bertanding,” kata asisten pelatih Persiba Liestiadi.
Duel di Stadion Palaran ini diprediksi berlangsung sengit. Tuan rumah tentu tidak ingin menanggung malu di kandangnya sendiri. Di lain sisi Persiba ingin memburu kemenangan sekaligus melepaskan diri dari jerat degradasi
Kedua tim mendapatkan hasil bertolak belakang dalam pertandingan terakhirnya masing-masing. Pusam sukses menjungkalkan Persela Lamongan 3-0, sedangkan Persiba harus bertekuk lutut di hadapan Mitra Kukar dengan skor 4-0.
Namun hasil berbeda di laga terakhir masing-masing tim itu, tak lantas membuat arsitek Pusam Mundari Karya jemawa. Dirinya terus mewanti pemainnya agar waspada selama 90 menit.
“Anak-anak harus fokus sepanjang pertandingan berlangsung, karena saat di lapangan kedudukan dimulai dari 0-0. Apalagi lawannya Persiba,” ucap Mundari kepada Goal Indonesia.
Kemungkinan Pusam akan menggunakan skema yang serupa saat menang lawan Persela, di mana Ilija Spasojevic dan Pavel Solomin bakal ditandemkan sebagai juru gedor. Keduanya dimanjakan dengan suplai bola dari lini tengah yang didominasi pemain muda. Trio Bayu Gatra, Sultan Samma, dan Loudry mungkin akan dipasang, mengingat ketiga gelandang ini sudah saling memahami, karena telah bermain bersama sejak di Pusam U-21.
Sedangkan dari kubu Persiba, beban yang amat berat akan dipikul sang pelatih Jaya Hartono. Diterpa permintaan pemakzulan dari para suporter membuatnya harus bisa mencuri poin. Posisinya makin ama jika bisa memenangkan derby Kaltim tersebut.
Saat ini, Pasukan Biru sudah siap tempur. Ahmad Sembiring yang absen kala melawan Mitra Kukar perlahan pulih.
“Kondisi kami cukup baik dan siap bertanding,” kata asisten pelatih Persiba Liestiadi.
Duel di Stadion Palaran ini diprediksi berlangsung sengit. Tuan rumah tentu tidak ingin menanggung malu di kandangnya sendiri. Di lain sisi Persiba ingin memburu kemenangan sekaligus melepaskan diri dari jerat degradasi
Gresik United Tak Gentar Main Di Kanjuruhan
BERITA BOLA Pelatih Gresik United Angel Alfredo Vera mengaku tim besutannya tidak gentar bermain di Stadion Kanjuruhan saat dijamu Arema Cronus dalam laga pamungkas putaran pertama Indonesia Super League (ISL) 2014, Kamis (8/5).
Alfredo mengakui Arema memiliki kekuatan merata di tiap lini, dan duel melawan tim tuan rumah tak akan mudah dilalui. Apalagi Arema bakal mendapatkan dukungan penuh dari fans setia mereka, Aremania. Kendati demikian, ia tetap menyimpan keyakinan mampu mencuri angka di kandang lawan.
“Saya kira semua juga sudah tahu, bila Arema adalah tim kuat. Tidak perlu lagi ditanyakan, Arema bagus di semua lini, dan salah satu calon kandidat kuat juara musim ini,” buka pelatih Gresik United Angel Alfredo Vera, kepada Goal Indonesia.
“Tapi tidak ada tim, yang tidak bisa dikalahkan. Kalau kami punya semangat tinggi, kami pasti bisa menjinakkan Arema di kandangnya, tidak peduli mereka akan bermain di hadapan pendukung sendiri. Namun sebelum pertandingan dinyatakan berakhir, kedua tim memiliki peluang yang sama.”
Dalam laga nanti, Gresik United dipastikan tidak bisa diperkuat tiga penggawanya dengan alasan berbeda. Otavio Dutra dan Shohei Matsunaga harus menepi, karena hukuman akumulasi kartu. Sedangkan Mahyadi Panggabean masih belum lepas dari dekapan cedera.
Di lain sisi, Arema juga akan tampil pincang dalam laga nanti. Sebab dua pilarnya, Ahmad Bustomi dan Cristian Gonzales, harus menepi akibat sanksi akumulasi kartu kuning. Keduanya tidak bisa ditampilkan pelatih Suharno, karena sudah mengantongi tiga kartu kuning.
Dengan kondisi ini, maka kedua tim dipastikan akan tampil pincang dan tidak mengusung kekuatan terbaik.
“Tak ada yang meragukan kualitas yang dimiliki Arema saat ini. Mereka memiliki kekuatan sangat merata. Jika ada pemain Arema yang absen, itu tidak mempengaruhi kekuatannya. Jadi, kami tidak ingin memikirkan kekuatan mereka, lebih baik kami fokus pada persiapan tim sendiri,” terangnya.
